Ulasan Utama

SYARIAT TAK DITAATI, AZAB ALLAH MENANTI

Oleh M Azzam Al Fatih

Allah SWT telah menciptakan dunia dan seisinya sebagai  bentuk kecintaan terhadap hamba-Nya. Salah satu wujud cintanya adalah Allah SWT  menciptakan alam yang  menyimpan sumber kekayaan alam, yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan di dunia. Sehingga setiap makhluk tidak ada yang mengalami kematian akibat kelaparan.  Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat  Al – Hasyr ayat 7,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

مَاۤ اَفَآءَ اللّٰهُ عَلٰى رَسُوْلِهٖ مِنْ اَهْلِ الْقُرٰى فَلِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَا لْيَتٰمٰى وَا لْمَسٰكِيْنِ وَا بْنِ السَّبِيْلِ ۙ كَيْ لَا يَكُوْنَ دُوْلَةً ۢ بَيْنَ الْاَ غْنِيَآءِ مِنْكُمْ ۗ وَمَاۤ اٰتٰٮكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰٮكُمْ عَنْهُ فَا نْتَهُوْا ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَا بِ 

“Harta rampasan fai’ yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (yang berasal) dari penduduk beberapa negeri, adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan untuk orang-orang yang dalam perjalanan, agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarang-Nya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.”

Wujud kecintaan Allah SWT yang lain kepada hamba-Nya adalah diturunkan aturan untuk mengatur kehidupan. Agar sumberdaya alam yang Allah SWT sediakan dapat dirasakan seluruh makhluk hidup secara adil dan mensejahterakan. Aturan tersebut terdapat dalam Al Qur’an yang Allah SWT turunkan dan  dapat dibuktikan 100% atas kebenarannya.  Dalam Islam sumber hukum selain Al Qur’an juga ada As-sunah, ijma’ sahabat, dan qiyas syar’iy yang semua ini biasa disebut syariat Islam atau sumber hukum Islam.

Tentunya Syariat Islam yang Allah SWT turunkan dapat mengatur kehidupan yang sempurna. Yang dapat mewujudkan kesejahteraan, kedamaian, ketentraman, kebahagiaan, serta menimbulkan kebaikan-kebaikan lainnya. Sebab Allah SWT mengetahui kelebihan dan kekurangan terdapat apa yang Dia ciptakan.

Sedangkan manusia yang dipilih Allah  SWT sebagai Khalifah di muka bumi  wajib mengaturnya dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah SWT.  Menjadikan  satu-satunya sumber hukum yang harus diterapkan secara kaffah dan tidak boleh dicampur dengan hukum selainnya. 

Hal terburuk ketika meninggalkan syariat Islam dalam mengatur kehidupan adalah azab yang datang dari Allah SWT, baik di dunia maupun akhirat. Azab di dunia berupa bencana alam, gunung meletus, banjir, longsor, tsunami, gempa bumi, atau berupa kemiskinan dan utang berkepanjangan dan sebagainya. Yang Allah SWT kirim sebagai peringatan agar kembali kepada aturan Allah SWT. Sedangkan azab di akhirat berupa Siksa pedih neraka yang telah Allah SWT kabarkan melalui ayat – ayat Al Qur’an maupun Hadist Rasulullah Saw.

Maka wajar, jika Negeri Muslim terbesar di dunia masih dilanda kemiskinan dan utang tiada selesainya, serta bencana alam yang silih berganti. Sebab negeri +62 telah meninggalkan aturan yang datang dari penciptanya dan lebih memilih aturan yang datang sesama makhluk yakni manusia.

Lihatlah, bagaimana Negeri-negeri Muslim lebih menerapkan sistem Kapitalisme. yang darinya melahirkan demokrasi, tempat memproduksi hukum-hukum buatan manusia. Bagaimana mereka mempermainkan ayat-ayat Allah SWT kemudian memelintir dan dijadikan alasan terkuat membuat suatu aturan.  Maka jangan heran jika azab bagi negeri ini berkepanjangan. Sebab masih asyik membuat hukum buatan sendiri serta masih banyaknya orang diam terhadap kemungkaran di bawah payung demokrasi.

Oleh karena itu jika ingin terlepas dari azab Allah SWT, umat Islam wajib untuk kembali kepada hukum yang datang dari Allah SWT. Dengan mencampakkan sistem sistem Kapitalisme dan segera kembali kepada sistem Islam yang menerapkan hukum – hukum Allah SWT. Dan yang tidak mencampur adukkan haq (benar) dan bathil (salah). 

Sistem Islam yang akan membawa keselamatan manusia baik di dunia maupun akhirat. Bahkan dapat mewujudkan kehidupan yang menentramkan, membahagiakan, dan kehidupan yang baik. Yang dapat dirasakan oleh seluruh manusia, baik Islam, Kristen, bahkan Yahudi.

Dan hal inipun tidak hanya omong doang, yakni pernah terbukti selama berabad- abad membawa kemuliaan hidup manusia.  Telah membuktikan diri menjadi mercusuar dunia dengan kegemilangan dari segala aspek kehidupan. Tentunya hal ini karena menerapkan aturan yang datang dari Sang Pencipta, Allah SWT.

Wallaahu a’lam bishowwab

Related posts
Fokus Ekonomi

SADIS, SEMBAKO DAN SEKOLAH DIPAJAKI. SAMPAI KAPAN RAKYAT MENDERITA?

Oleh M Azzam Al Fatih Secara mendadak pemerintah mewacanakan pertambahan pajak nilai (PPN) dari…
Read more
Ulasan Utama

KAPITALISME SEKULER KIAN RADIKAL, TANDA PERUBAHAN PERADABAN KIAN DEKAT

Agan Salim Peradaban besar tidak dibunuh, mereka mencabut nyawanya sendiri. Demikian kesimpulan…
Read more
Fokus Ekonomi

NEGARA MENUMPUK UTANG, RAKYAT 'TERZALIMI', SAMPAI KAPAN ?

Abu Nabhan Sejak pandemi Covid-19 utang luar negeri menjadi ‘senjata’ pemerintah…
Read more