Ulasan Utama

ROTHSCHILDS, DEKLARASI BALFOUR, DAN AWAL PENJAJAHAN YAHUDI ISRAEL DI PALESTINA

Oleh: Pujo Nugroho

Assalim.id – Kementerian Luar Negeri Inggris, 2 November 1917

Kepada Yth. Rothschild

Dengan rasa senang saya menyampaikan pada Anda, atas nama Pemerintah Kerajaan Inggris, deklarasi yang didasarkan pada simpati untuk aspirasi Zionis Yahudi ini telah diajukan dan disetujui oleh Kabinet Perang.

Pemerintah Kerajaan Inggris memandang positif pendirian tanah air nasional untuk orang-orang Yahudi di Palestina, dan akan menggunakan usaha terbaik mereka untuk memudahkan tercapainya tujuan ini, sebab dipahami bahwa tidak ada yang dapat menghakimi hak sipil dan agama dari komunitas non-Yahudi yang ada di Palestina, atau hak dan status politik yang dimiliki oleh Yahudi di negara lainnya.

Saya sangat berterima kasih jika Anda dapat menyampaikan deklarasi ini kepada Federasi Zionis Britania Raya dan Irlandia.
Salam,
Arthur James Balfour

Surat di atas dalam versi bahasa Inggris adalah surat dari Menteri Luar Negeri Inggris Arthur Balfour pada masa itu. Ditujukan kepada Rothschild. Surat di atas pada masa sesudahnya dikenal sebagai Deklarasi Balfour.

Mendengar Rothschild segera saja kita akan ingat keluarga penguasa keuangan dunia yang menguasai banyak bank setral di dunia. Apa hal hingga Balfour mengirimkan surat berisi pemberitahuan penting izin untuk mencaplok Palestina?

Rothschild yang dimaksud di surat di atas adalah Lord Walter Rothschild pemimpin komunitas Yahudi di Inggris kala itu. Lord Walter Rothschild bernama asli Lionel Walter Rothschild, dikenal sebagai 2nd Baron Rothschild, Baron de Rothschild. Seperti Rothschild pada umumnya dia adalah bankir, financier kaya raya yang juga politikus. Ia adalah anggota parlemen Yahudi pertama di Inggris (id.wikipedia.org).

Ayahnya adalah Nathan Mayer Rothschild, 1st Baron Rothschild, yang juga merupakan bankir dan politikus. Ia adalah cicit dari Mayer Amschel Rothschild, pendiri dinasti Rothschild, sang penguasa perbankan dan keuangan dunia.

Deklarasi Balfour menjadi pernyataan resmi pemerintahan Inggris untuk mendukung pendirian “tanah air orang-orang Yahudi” di Palestina, wilayah yang saat itu masuk dalam kekuasaan Kekhilafahan Turki Utsmani di mana entitas Yahudi merupakan minoritas. Deklarasi ini diterbitkan untuk diberitahukan kepada Federasi Zionis Britania Raya dan Irlandia. Deklarasi Balfour disiarkan lewat media massa pada tanggal 9 November 1917. Namun tentu saja kasak-kusuknya sudah dimulai sejak lama.

Kalimat pembuka Deklarasi Balfour adalah ungkapan dukungan terbuka yang pertama dari sebuah kekuatan politik utama dunia terhadap gerakan Zionisme. Istilah “national home” belum pernah muncul di ranah hukum internasional, dan sengaja diciptakan agar mengaburkan makna, padahal belum dan tidak ada istilah negara Yahudi, Israel, atau apapun itu. Batas-batas wilayah yang disebut “Palestina” juga tidak ditentukan. Di sinilah salah satu persoalannya.

Dalam negosiasi sebelum terbitnya deklarasi ini, Balfour meminta Rothschild dan kawannya (yang nanti akan menjadi presiden Israel pertama) Chaim Weizmann untuk menyusun rancangan sebuah deklarasi publik. Semua ini dilakukan Inggris dalam rangka mendapat dukungan Yahudi di Amerika Serikat dan Rusia untuk mendukungnya pada Perang Dunia I.

Deklarasi Balfour tidak pernah melibatkan penduduk Palestina. Inggris yang berada di Eropa menentukan nasib bangsa lain nun jauh di Timur Tengah dan berencana mengirim entitas asing Eropa ke sana. Kejahatan Inggris inilah yang menurut sejarawan menjadikan Deklarasi Balfour tak adil. Dan ini menjadi aib Inggris sepanjang masa. Deklarasi Balfour juga mencerminkan Yahudi sebagai kelompok yang licik sejak awal pendiriannya. Melalui lobi Yahudi dan keluarga Rothschilds.

Setelah mandat berlaku, Inggris mulai memfasilitasi imigrasi orang Yahudi Eropa ke Palestina. Antara kurun waktu 1922 sampai 1935, populasi Yahudi di Palestina meningkat; yang semula hanya 9 persen menjadi hampir 27 persen dari total penduduk. Kondisi tersebut kemudian menuntun pada terciptanya konflik demi konflik.

Inggris dan Zionis merasa punya legitimasi untuk bertindak sewenang-wenang. Aneksasi wilayah, diskriminasi, dan persekusi terhadap masyarakat setempat adalah beberapa efek yang ditimbulkan dari mandat ini. Konflik muncul dan menyeret nyawa banyak warga Palestina yang tak tahu apa-apa—selain bahwa tiba-tiba mereka diusir dari tempat tinggal yang sudah dihuni secara turun-temurun, dan akan mendapat konsekuensi buruk jika menolaknya. Deklarasi Balfour, dengan kata lain, adalah kolonialisme Zionis yang didukung Inggris.

Pada 1939, Inggris sadar bahwa keputusan mereka dengan tidak melibatkan orang-orang Palestina merupakan kesalahan. Mereka pun lantas mengakhiri pemberlakuan mandat dan menyerahkan perkara Palestina ke PBB. Namun, Inggris terlambat. Masyarakat Yahudi sudah terlanjur mendirikan pemerintahan mereka sendiri. Bukannya mereda, konflik justru meruncing dan mengalami puncaknya pada 1948, ketika militer Yahudi yang dipersenjatai dan dilatih Inggris untuk Perang Dunia II secara paksa mengusir lebih dari 750 ribu orang Palestina dari tanah air mereka. Sejak saat itu, Yahudi—yang kemudian jadi Israel—terus mencaplok lahan bangsa Palestina, menciptakan gelombang pengusiran masal, pembunuhan, dan tindak pelanggaran hak asasi lainnya. (tirto.id, 2/11/2018)

Dari sini kita melihat bahwa Zionis Yahudi adalah manusia licik. Penguasaan mereka terhadap ekonomi Inggris kala itu menjadikan mereka kuat secara politik dan lobi.

Mereka yang menjadi bidan lahirnya Deklarasi Balfour adalah para penjahat dunia. Berkat tangan-tangan mereka ribuan kaum muslimin gugur, tanahnya dirampas, blockade yang tak ada prikemanusiaan. Israel kapanpun bisa memborbardir area manapun di Palestina, Gaza, Tepi Barat, atau manapun dan kapanpun. []

Related posts
Fokus Ekonomi

SADIS, SEMBAKO DAN SEKOLAH DIPAJAKI. SAMPAI KAPAN RAKYAT MENDERITA?

Oleh M Azzam Al Fatih Secara mendadak pemerintah mewacanakan pertambahan pajak nilai (PPN) dari…
Read more
Fokus Ekonomi

NEGARA MENUMPUK UTANG, RAKYAT 'TERZALIMI', SAMPAI KAPAN ?

Abu Nabhan Sejak pandemi Covid-19 utang luar negeri menjadi ‘senjata’ pemerintah…
Read more
Ulasan Utama

SYARIAT TAK DITAATI, AZAB ALLAH MENANTI

Oleh M Azzam Al Fatih Allah SWT telah menciptakan dunia dan seisinya sebagai bentuk…
Read more