Ulasan Utama

ISLAM DAN KEHATI-HATIAN MENJALANKAN AMANAH DALAM MENGELOLA KEUANGAN NEGARA

Ulasan Utama Assalim.id | Edisi 78
Oleh: M Azzam Al Fatih

Assalim.id – Sepanjang sejarah peradaban dunia, Islam telah terbukti memberikan pelayanan kehidupan yang baik terhadap rakyatnya. Di mana sampai saat ini tidak ada yang menyamai. Kesejahteraan dan kemuliaan hidup terwujud dengan kepemimpinan Islam yang khas, yakni dalam satu kepemimpinan Khalifah. Di bawahnya lah segala kebaikan terwujud.

Salah satu sebab terwujudnya kebaikan tersebut adalah ekonomi, yakni yang hanya berasal dari konsep Islam, yang Allah SWT turunkan. Perekonomian yang mengandalkan zakat, infak, shodaqoh, jizyah, khoroj, dan lainnya telah mampu mengerakkan perekonomian rakyat. 

Selain itu, terdapatnya seorang pemimpin yang amanah yang takut kepada Allah SWT dan senantiasa mengharap pahala. Sehingga setiap kebijakan selalu berstandar pada syariat Islam bukan pada hawa nafsu. Dan pemimpin tersebut hanya lahir dari sistem Islam.

Seorang pemimpin Islam mempunyai tanggung jawab, termasuk dalam ekonomi. Ia selalu menjaga kehati-hatian dalam mengelola keuangan baik ketika keadaan kas negara melimpah maupun mengalami defisit. Tatkala Baitul Mal sedang mengalami defisit, maka pengeluaran hanya di pusatkan tertentu saja yang masuk dalam koridor kepentingan umum. Sebagai bentuk efesiensi penghematan.

Selain penghematan, pengeluaran kas negara juga dikelola secara hati-hati.

Satu ketika, Umar bin Khaththab melihat unta milik putranya. Unta tersebut mendapatkan makanan dari kebun milik umum. Unta tersebut sangat gemuk sehingga tampak mencolok. Umar khawatir pengelola kebun mengutamakan unta milik putranya karena unta tersebut lebih gemuk dibanding yang lain.

Amirul Mukminin, Umar bin Khaththab dengan tegas memerintahkan untuk menjual unta tersebut dan menyerahkan keuntungannya kepada Baitul Mal. Putranya mendapatkan bagian sesuai semestinya dan Baitul Mal pun mendapatkan bagian yang seharusnya.

Contoh ini adalah contoh bentuk kehati-hatian pengelolaan harta umat dan tidak mementingkan keluarga atau kelompoknya.

Demikianlah Islam dalam menjaga amanah mengelola keuangan negara yang selalu distandarkan pada aqidah Islam dan senantiasa terikat dengan syariat Islam. Di mana setiap perbuatan akan dimintai pertanggung jawaban dan akan mendapatkan sanksi di akhirat. Sebagaimana hadis Rosulullah Saw

Sesungguhnya kepemimpinan merupakan sebuah amanah, di mana kelak di hari kiamat akan mengakibatkan kerugian dan penyesalan. Kecuali mereka yang melaksanakannya dengan cara baik, serta dapat menjalankan amanahnya sebagai pemimpin.” (Riwayat Muslim).

Rosulullah Saw juga bersabda dalam satu hadits, “Tidak beriman orang yang tidak bisa menjaga amanah yang dibebankan padanya. Dan tidak beragama orang yang tidak bisa menepati janjinya. (HR Ahmad)

Maka, alangkah bijaknya tatkala negeri-negeri muslim kembali pada sistem tatanan kehidupan Islam. Di dalamnya akan terlahir para pemimpin amanah yang senantiasa bertaqwa dan takut terhadap azab Allah SWT. Sehingga segalanya selalu menjaga kehati-hatian dalam mengambil kebijakan, termasuk pengelolaan keuangan negara. Wallahua’lam bishowwab.

Related posts
News

AHLI: HARUSNYA UU CIPTAKER BATAL DEMI HUKUM

News Assalim.idSenin, 6 Desember 2021 Assalim.id – Kamis (25/11/2021) lalu, Mahkamah…
Read more
Fokus Ekonomi

DALAM ISLAM PENGUSAHA TIDAK DIPUSINGKAN SOAL UPAH, KEBUTUHAN DASAR BURUH YANG NOTABENE RAKYAT DITANGGUNG NEGARA

Fokus Ekonomi Assalim.id | Edisi 82Oleh Pujo Nugroho Assalim.id – Tiap tahun kita disajikan…
Read more
Ulasan Utama

KAUM BURUH, KETAHUILAH HANYA ISLAM SISTEM YANG MENYEJAHTERAKAN

Ulasan Utama Assalim.id | Edisi 82Oleh: Pujo Nugroho Assalim.id – Pemerintah telah…
Read more