Ulasan Utama

GP MANDALIKA: PANGGUNG DUET MAUT PENGUASA DAN OLIGARKI, RAKYAT GIGIT JARI

Ulasan Utama Assalim.id | Edisi 98
Oleh: AA Salim

Assalim.id – Setelah sempat viral, akhirnya BMKG menyatakan berhentinya hujan di ajang MotoGP Mandalika bukan karena aksi Rara sang pawang hujan. Tetapi, memang setelah hujan berlangsung selama 2 jam, biasanya otomatis hujan akan berhenti.

Hal ini terbukti saat sang pawang hujan yang sempat blak-blakkan menyatakan memiliki dua bos ini terlihat basah kuyup diguyur hujan. Ia tidak mampu menahan derasnya hujan. Rara beralasan hadirnya seseorang yang berseberangan secara politik dengan kedua bosnya itu menjadi penyebab gagalnya “remote hujan” miliknya dalam menahan hujan.

Melansir dari wartaekonomi.co.id, kehadiran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di balapan MotoGP Mandalika dituding menjadi biang kerok atau penyebab kegagalan pawang hujan bergaji ratusan juta ini.

Momentum Brand Awareness

Mandalika semakin ramai dengan aksi selebriti politik negeri ini. Setelah salah satu media juga menyebut nama ketua DPR yang disebut mirip dengan sang pawang hujan. Beberapa hari kemudian muncul laporan wawancara salah satu media dengan kembaran pawang hujan ini.

Di mana sang kembaran ini menyatakan akan membuka peluang dan siap berkolaborasi dengan sang biang kerok penyebab kegagalan kembarannya tadi saat menahan derasnya hujan Mandalika, dalam pemilu 2024 nanti.

Seperti dilaporkan CNN Indonesia TV,
Ketua DPR RI siap berkolaborasi dengan Gubernur DKI dalam perhelatan pemilu 2024. Puan menegaskan tak memiliki masalah, apalagi sampai bermusuhan dengan Anies. Dia juga menanggapi usul berduet dengan Anies untuk mengakhiri polemik ‘cebong-kampret’.

Terlepas anggapan aksi pawang hujan ini sebagai perbuatan syirik yang mengundang azab Allah Swt., atau sebagai gimmick kearifan lokal untuk mendongkrak industri wisata di Mandalika. Perhelatan pertamina MotoGP 2022 memang menjadi magnet perhatian jutaan orang di muka bumi. Di mana MotoGP merupakan momentum yang tepat untuk mengerek brand awareness baik personal maupun produk.

Keuntungan Oligarki dan Pencitraan Politik

Stakeholder perhelatan ini, yakni para penyokong demokrasi tentu tidak mau kehilangan momentum berharga ini.
Semakin out of the box aksi yang dilakukan, tentu akan semakin viral dan semakin kuat brand awarness-nya. Seperti kata ulama, apabila kalian ingin menjadi orang yang terkenal di muka bumi maka kencingilah sumur Zam-zam.

Demikianlah yang terjadi di Mandalika. Di sana tidak lebih dari panggung politisi dan oligarki yang saling bersimbiosis mutualisme untuk meraih win-win solition. Oligarki dan penguasa berduet maut saling menguntungkan satu sama lain.

Oligarki mendapatkan keuntungan besar secara ekonomi dari perhelatan MotoGP Mandalika ini, sementara citra politik penguasa pun terkerek naik di mata publik. Di saat borok-borok kebijakannya semakin tampak.

Rakyat Tetap Gigit Jari

Proyek besar yang menyedot perhatian masyarakat global tentu membutuhkan resource dana yang tak sedikit untuk menyokongnya. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan perhelatan MotoGP Mandalika menghabiskan kurang lebih Rp 1,3 triliun dana APBN. Sebagian pengamat ekonomi menyebutkan angka yang lebih besar sekitar Rp 2,5 Trilyun dana yang sudah dikucurkan.

Meski dengan berbagai alasan dana yang digelontorkan tidak seberapa dibanding dengan keuntungan yang akan didapatkan setelah perhelatan GP Mandalika. Patut menjadi pertanyaan besar, rakyat yang notabene sebagai pemilik sah APBN ini apakah benar-benar dapat menikmati keuntungan tersebut?

Karena sebagaimana banyaknya proyek dana dari APBN, para penguasa dan oligarki adalah pihak yang sudah menikmati keuntungan proyek sejak awal. Sementara rakyat tetap gigit jari.

Konsekuensi Demokrasi

Menjadi keniscayaan dalam demokrasi, bahwa penguasa memfungsikan APBN bukan untuk melayani atau mensejahterakan rakyatanya. Tampak jelas di mana proyek-proyek seperti MotoGP Mandalika lebih diprioritaskan di tengah mirisnya kondisi rakyat yang sedang kesulitan bertahan hidup saat ini.

Kita baru saja menyaksikan fenomena mengularnya antrian ibu-ibu karena langkanya minyak goreng, atau teriakan ibu-ibu yang merasa diprank ketika minyak goreng ada tapi harga menjadi sangat mahal, menjadi fakta yang sulit dingkari.

Kondisi ini menjadi semakin menyayat hati ketika sampai ada peristiwa ibu yang tega menggorok tiga orang anaknya, karena ia khawatir anaknya mengalami kehidupan yang sengsara di kemudian hari. Inilah sakit mental dampak dari tekanan hidup yang tak tertahankan.

Salah satu pemicunya adalah penerapan demokrasi kapitalis di bidang ekonomi. di mana perputaran harta hanya ada di kalangan kapitalis saja, sementara penguasa tidak menjadikan terpenuhinya kebutuhan asasi dan kesehatan mental rakyat menjadi prioritas utama mereka.

Penguasa dan Pengusaha dalam Islam Berkolaborasi Melayani Umat

Islam melarang harta berputar di kalangan orang-orang kaya saja, artinya Islam sejak awal mencegah munculnya oligarki. Islam juga memilki mekanisme politik ekonomi Islam yang menjadikan pelayanan dan kesejahteraan rakyat adalah prioritas dan harga mati bagi penguasa Islam.

Khalifah berdasarkan syariah Islam akan membuat kebijakan-kebijakan ekonomi Islam yang memastikan semuanya itu terealisasi. Menggunakan APBN sesuai syariah dan memastikan setiap rakyat terpenuhi kebutuhan dasarnya dan terbuka peluang memenuhi kualitas hidupnya dengan terpenuhi kebutuhan kamaliahnya secara berkelanjutan.

Di sisi lain, orang-orang kaya dan para pengusaha juga dengan penuh kesadaran menjalankan mekanisme non ekonomi dengan membayar kewajiban zakatnya. Mereka akan gemar berinfak, sedakah dan berwakaf.

Antara penguasa dan pengusaha akan bahu-membahu menjaga keseimbangan harta agar terdistribusi secara adil dan merata di tengah umat. Dengan kondisi ini, dimungkinkan tidak ada oligarki dan pengabaian hak rakyat seperti saat ini. Tentunya pula, tidak ada sistem demokrasi yang senantiasa menyengsarakan rakyat, melainkan hanya akan ada penerapan syariah Islam kafah yang akan mensejahterakan rakyat. Wallahualam.[]

Related posts
Ulasan Utama

KARENA INVESTASI, RATUSAN PULAU DI MALUKU DILELANG

Ulasan Utama Assalim.idOleh: Pujo Nugroho Assalim.id – Sekitar ratusan gugusan pulau di…
Read more
Ulasan Utama

DAHSYAT, REVISI UU IKN DEMI HAK PENGELOLA LAHAN INVESTOR SAMPAI 180 TAHUN

Fokus Utama Assalim.idOleh: Pujo Nugroho Assalim.id – Pemerintah mengajukan revisi…
Read more
Fokus EkonomiInspirasi Pengusaha & Komunitas

SISTEM EKONOMI ISLAM, "SURGANYA" ENTREPRENEUR MUSLIM

Oleh : Yuliansyah ST.ME.CFPPengurus Pusat Aliansi Pengusaha Muslim (ASSALIM)Saat ini semua…
Read more