News

PENGAMAT: BAGI-BAGI KURSI UNTUK RELAWAN PALING PARAH ERA JOKOWI

News Assalim.id
Tanggal 24 Oktober 2021
Oleh Pujo Nugroho

Assalim.id – Fenomena pembagian jabatan di perusahaan pelat merah bagi politisi dan relawan pendukung mewarnai masa tujuh tahun kepemimpinan Jokowi. Berbagai respon bermunculan sebab hal tersebut dianggap melanggar profesionalisme.

Pengamat politik Ubedilah Badrun memandang praktik bagi jatah jabatan  lebih banyak pertimbangan politis balas jasa daripada pertimbangan profesionalitas. Mengingat, orang-orang yang ditempatkan banyak yang tidak menguasai bidangnya.

“Cara politis bagi bagi kursi untuk relawan itu paling parah era Jokowi,” ujarnya sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia (21/10/2021).

Sejak periode pertamanya, Jokowi telah beberapa kali mengangkat politisi dan relawannya untuk menduduki kursi komisaris di BUMN.

Dilansir dari CNN Indonesia (21/20/2021), sedikitnya ada 14 politisi dan relawan yang mendapatkan ‘jatah’ komisaris di periode pertama kepemimpinan Jokowi. Di antaranya adala Diaz Hendropriyono yang menjadi ketua umum tim sukses Kawan Jokowi dan Situs Gerak Cepat Jokowi-JK. Anak dari mantan Kepala Badan Intelijen Negara, AM Hendropriyono itu kemudian diangkat sebagai Komisaris PT Telkomsel pada 2015.

Pada tahun yang sama, Diaz juga ditunjuk sebagai anggota Tim Transisi PSSI oleh Menpora saat itu, Imam Nahrawi. Kemudian pada November 2019, Diaz diangkat sebagai anggota Staf Khusus Presiden.

Nama lainnya, Cahaya Dwi Rembulan Sinaga, relawan Jokowi-JK dan mantan calon anggota legislatif dari PDIP, diganjar jabatan Komisaris Independen Bank Mandiri.

Ada pula nama Fadjroel Rachman, relawan pemenangan Jokowi 2014, yang diangkat menjadi Komisaris Utama Adhi Karya dan kemudian menjadi juru bicara presiden di periode kedua Jokowi.

Selain nama-nama di atas, setidaknya ada sebelas nama relawan dan tim sukses lain yang turut mendapat jabatan di BUMN, di antaranya Imam Sugema, Paiman Rahardjo, Pataniari Siahaan, Darmin Nasution, Sonny Keraf, Refly Harun, Roy E Maningkas, Hilmar Farid, Hendri Saparini, Hironimus Hilapok, Dolfie Othniel Fredric Palit.

Tidak hanya itu, pada periode kedua kepemimpinan Jokowi hal ini kembali terjadi. Sedikitnya ada 19 orang relawan yang mendapatkan jabatan di BUMN. Salah satu yang cukup menyita perhatian publik ialah Abdi Negara Nurdin atau yang lebih dikenal dengan Abdee Slank. Ia diangkat oleh Menteri BUMN Erick Thohir sebagai komisaris independen di PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Abdee bersama dengan grup musiknya, Slank, memang terkenal getol menyatakan dukungannya terhadap Jokowi sejak 2014.

Selanjutnya, ada aktivis buruh Andi Gani Nena Wea. Saat Pilpres Andi menjadi Ketua Umum Relawan Buruh Sahabat Jokowi. Ia aktif dalam penggalangan massa buruh pada beberapa acara kampanye Pilpres.

Saat Jokowi kembali terpilih, Andi ditunjuk menjadi Presiden Komisaris PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PT PP.

Dikutip dari Kompas.com (29/05/2021), Anggota Komisi VI DPR Amin Ak mengkritik keputusan Menteri BUMN Erick Thohir mengangkat musisi Abdee ‘Slank’ sebagai komisaris PT Telkom Indonesia. Amin menilai, keputusan tersebut hanya didasarkan pada kontribusi Abdee memenangkan Presiden Joko Widodo dalam dua pemilihan presiden, bukan karena kompetensinya.

“Menurut saya pertimbangan yang digunakan oleh Menteri BUMN bukan kompetensi tapi kontribusi pada pemenangan saat Pilpres atau kedekatan yang bersangkutan dengan Presiden Joko Widodo,” ujarnya.[]

Related posts
Ulasan Utama

KARENA INVESTASI, RATUSAN PULAU DI MALUKU DILELANG

Ulasan Utama Assalim.idOleh: Pujo Nugroho Assalim.id – Sekitar ratusan gugusan pulau di…
Read more
Ulasan Utama

DAHSYAT, REVISI UU IKN DEMI HAK PENGELOLA LAHAN INVESTOR SAMPAI 180 TAHUN

Fokus Utama Assalim.idOleh: Pujo Nugroho Assalim.id – Pemerintah mengajukan revisi…
Read more
Fokus EkonomiInspirasi Pengusaha & Komunitas

SISTEM EKONOMI ISLAM, "SURGANYA" ENTREPRENEUR MUSLIM

Oleh : Yuliansyah ST.ME.CFPPengurus Pusat Aliansi Pengusaha Muslim (ASSALIM)Saat ini semua…
Read more