Editorial

Inilah Saatnya, Peran Penting Pengusaha Dalam Peradaban

aliansi pengusaha muslim inilah saatnya peran penting pengusaha dalam perubahan peradaban

Oleh Pujo Nugroho

Aliansi Pengusaha Muslim – “PSBB akan Dilonggarkan, Sri Mulyani: Kesehatan & Ekonomi Sama Penting,” demikian bunyi judul berita di salah satu media nasional. Malang betul nasib Indonesia, negeri kaya sumber daya sekali dihantam pandemi tampak seperti tak memiliki daya upaya. Di tengah kurva penderita pandemi Covid-19 yang tidak ada landainya PSBB malah dilonggarkan. Jelas motifnya adalah ketidak-berdayaan secara ekonomi.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menjelaskan bahwa isu pelonggaran PSBB memang bertujuan demi ekonomi.

“Iya betul (relaksasi PSBB) memang untuk ekonomi, tetapi jangan lupakan bahwa melakukan reopening (membuka kembali kegiatan) secara prematur itu justru bisa berbahaya untuk menambah bertambahnya kasus COVID-19,” jelasnya (detik.com, 17/5).

Memang benar selama PSBB ekonomi seketika menurun bahkan sejak baru himbauan social distancing di awal-awal Corona masuk Indonesia, ekonomi sudah terdampak. Pengusaha jelas merasakannya. Termasuk kita, pengusaha muslim.

Karena itu pengusaha tahu persis keadaan ekonomi yang terjadi dan ketidak-berdayaan pemerintah. Lebih dari itu, pengusaha mestinya juga melihat dengan jelas peta besar mengapa negara dengan potensi sumber daya yang sangat besar sangat lemah penanganan isu kesehatan dan keselamatan rakyatnya hingga akhirnya persoalan merembet kemana-mana, salah satunya ekonomi. Semakin pelik hingga muncul-lah seolah-olah pilihan mana yang diutamakan, apakah persoalan kesehatan atau ekonomi, seperti judul berita di media nasional yang disebut di atas.

Pertentangan antara persoalan kesehatan dan ekonomi tentu tak terjadi jika negara dalam keadaan ideal dan sehat. Apa itu? Kuat secara keuangan negara.

Covid-19 outbreak adalah ketetapan Allah sebagaimana pandemi-pandemi lain yang pernah melanda dunia Islam pada zaman Umar bin Khaththab atau kekhilafahan sesudahnya. Bedanya peradaban Islam mengatur sistem ekonomi yang berbeda dengan kita saat ini. Peradaban Islam mengatur, pertama Islam apa saja sebab harta bisa dimiliki (asbab at-tamalluk) dan kedua melalui apa saja harta bisa dikembangkan (tanmiyatul mal). Serta ketiga, tauzi’ul tsarwah bayna an-naas yaitu bagaimana agar kekayaan beredar di tengah-tengah masyarakat.

Untuk itu Islam mengatur konsep kepemilikan, yaitu kepemilikan umum, negara, dan privat. Sistem ini membuat negara menjadi kuat yang berujung pada terjaminnya sarana kesehatan, berjalannya kegiatan ekonomi, dan tercapainya kesejahteraan seluruh warga negara. Hatta pada saat wabah melanda sekalipun.

Pengusaha, sebagai objek dan subjek pelaku ekonomi dan pihak yang tahu persis bagaimana ekonomi mikro terpuruk pada saat ini tentu tak boleh tinggal diam. Tuntutan aqidah bahwa Islam harus diterapkan secara paripurna dan demi berjalannya aturan-aturan Islam yang sesuai fitrah manusia dan mensejahterakan harus membuat pengusaha muslim tampil paling terdepan dalam gerbong perjuangan peradaban Islam.

Pengusaha muslim, inilah saat yang paling tepat menjadi garda terdepan pejuang peradaban Islam! Allahu akbar! []

Related posts
Fiqih Muamalah

Deposito Perbankan

Oleh: Ust Hafidz Abdurrahman Aliansi Pengusaha Muslim – Status deposito bank adalah hutang.
Read more
Inspirasi Pengusaha & Komunitas

Membantu Orang Lain dan Berdakwah Agar Ditolong Allah

Aliansi Pengusaha Muslim – Di dunia digital marketing Indonesia siapa yang tidak kenal Dewa…
Read more
Hukum Bisnis

Sinkronisasi Perseroan Terbatas (PT.) Dalam Aspek Syariah dan Hukum

Oleh: Chandra Purna Irawan.,S.H.,M.H. (Praktisi hukum dan konsultan hukum bisnis) Aliansi…
Read more