Editorial

BEGINI LHO, KEMULIAAN DAN KEAGUNGAN ISLAM DALAM PELAYANAN IBADAH HAJI

Oleh : M Azzam Al Fatih

Sebelum berbicara panjang bagaimana kemuliaan Islam dalam pelayanan ibadah haji. Alangkah baiknya kita berbicara dahulu tentang apa itu haji. Haji termasuk ibadah yang wajib bagi setiap muslim.  Ibadah ini juga termasuk dalam rukun iman yang menjadi keimanan baginya. Allah SWT telah mewajibkan haji kepada setiap muslim bagi yang mampu dan memenuhi syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam Al Qur’an dan hadits Rosulullah Saw.

Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran ayat 103 .

وَا عْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ وَا ذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَآءً فَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَ صْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖۤ اِخْوَا نًا ۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّا رِ فَاَ نْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 103)

Rasulullah pernah berkhotbah dihadapan kami dan berkata, “Allah telah mewajibkan haji pada kalian”. Lantas Al Aqro bin Habis, ia berkata, “ apakah haji tersebut wajib setiap tahun?” Beliau berkata, “seandainya iya, maka akan kukatakan wajib (setiap tahun). Namun haji cuma wajib sekali. Siapa yang lebih dari sekali, maka itu hanyalah haji sunnah.” Dikeluarkan oleh yang lima selain Imam Tirmidzi. (HR Abu Daud no. 1721, Ibnu Majah no. 2886, An Nasai no. 2621, Ahmad 5 : 331. Al Hafizh Abu Tharir mengatakan bahwa hadis ini shahih)

Baitullah yang dalam hal ini adalah Mekkah Al Mukaromah, tempat di mana Allah SWT menurunkan para utusan untuk menyampaikan Wahyu atau aturan di muka bumi. Sebuah tempat bersejarah bagi umat manusia, khususnya umat Islam.  Salah satunya adalah dilaksanakan ibadah haji dan umrah.

Umat islam yang tersebar di seluruh dunia tentu membutuhkan waktu, biaya, dan kemampuan lainya untuk dapat melaksanakan ibadah tersebut. Oleh karenanya, hal ini membutuhkan peran dari negara yang mengurusi dan mengaturnya, agar ibadah haji dapat ditunaikan oleh umat Islam dengan baik. 

Dengan adanya negara yang memiliki peran utama dalam urusan ibadah haji. Maka umat Islam berharap agar ibadah tersebut berjalan dengan lancar, aman, teratur, dan benar – benar mendapat ridho Allah SWT. Namun hal ini tidak akan terwujud dalam negara yang mengambil cara pandang Kapitalisme. Sebab negara hanya sebagai regulasi, yang menjadi jembatan kaum Kapitalis. yang hanya memandang ekonomi saja bukan dari segi ibadah. Antrean panjang, fasilitas hotel, transportasi, catering, dan fasilitas lainya yang  sarat dengan kepentingan bisnis. Tentu saja hal ini menimbulkan karut – marutnya pelaksanaan haji meski berbayar mahal sekalipun. Selain itu, sangat berpeluang penyelewengan dana haji untuk dipakai dulu, entah untuk insfratruktur atau yang lainya.  Sekali lagi, karena hal ini karena cara pandang negara yang kapitalistik sekuler  radikal.

Peran negara yang dapat melaksanakan pelayanan ibadah haji  secara baik hanya terdapat pada negara yang mempunyai standar halam dan haram. yang senantiasa berdasarkan terhadap syariat dari pencipta ( Allah SWT). Yang dilaksanakan pula dalam rangka ibadah kepada Allah SWT. Dengan  demikian memberikan pelayanan haji oleh negara dilakukan dengan rasa tanggung jawab. Cara pandang pelaksanaan haji seperti ini hanya ada pada negara yang menerapkan sistem Islam. Yakni yang menerapkan Syariat Islam secara kaffah dan dalam rangka taqwallah.

Dengannya, akan terwujud pelayanan istimewa terhadap rakyatnya. Fasilitas yang lengkap, keamanan terjamin, antrean tidak panjang serta memberi peluang yang lain untuk berangkat haji, dan dengan biaya ringan bahkan gratis.

Hal ini pun, dapat terlacak jejak bagaimana Khilafah yang menjalankan sistem Islam dalam memberikan pelayanan ibadah haji yang baik. Pada masa   kepemimpinan Khalifah Abdul Hamid II (Khilafah Utsmaniyah) di mana negara membangun sarana transportasi massal di Istanbul, Damaskus hingga Madinah untuk mengangkut jamaah haji. Pafa masa kepemimpinan  Khalifah Harun Al Rasyid, negara telah membangun jalur haji dari Irak hingga Hijaz. di masing-masing titik dibangun pos pelayanan umum yang menyediakan logistik dan dana zakat untuk jamaah yang kehabisan bekal. Tentunya, semua itu terwujud karena adanya peran negara yang meriayah rakyatnya dengan baik sebagai wujud menjalankan perintah Allah SWT.

Oleh karena itu wajar, tatkala umat Islam berusaha mengembalikan adanya sistem Islam. Sebagai wujud kerinduan terhadap kemuliaan dan keagungan islam yang telah terbukti mewujudkannya  selama berabad – abad. Dan kini, kita berharap agar sistem Islam segera kembali dimuka bumi. Aamiin ya Rabb.

Wallahua’lam bishowwab

Bumi Allah 12 Juni 2021

Related posts
Fokus Ekonomi

PANDEMI & RESESI BELUM USAI, KRISIS ENERGI MENGHANTAM

Agan Salim Saat ini perusahaan batu bara bersorak sorai dengan harga batu bara yang terus naik…
Read more
News

UTANG PERUSAHAAN EVERGRANDE, UTANG KORPORASI TERBESAR SEPANJANG SEJARAH MANUSIA

News Assalim.id | Edisi 77Oleh Pujo Nugroho Assalim.id – Raksasa properti China Evergrande…
Read more
News

KPK SEBUT BANYAK PENYELENGGARA NEGARA TAK JUJUR SAMPAIKAN LHKPN

News Assalim.idTanggal 30 September 2021Oleh Pujo Nugroho Assalim.id – Dikutip dari…
Read more