Bengkel Pengusaha

PENGUSAHA, JADILAH KESATRIA, JANGAN MALAH JADI DURJANA ! AGAR TAK LAGI ADA BENCANA DAN MUSIBAH (Jilid 2)

Abah Salim

Abah, saya sudah membaca tulisan abah edisi sebelumnya. Baru kali ini Abah menggunakan kata durjana. Ternyata bisa separah itu ya?! Tapi iya sih… Kalau sudah diingatkan sebegitu rupa bahkan ikut mengalami musibah yg terus terjadi bahkan sebelum wabah ini muncul, tapi masih juga tidak mau kembali ke jalan yg benar, waduh memang tidak ada kata lain yg lebih tepat kecuali durjana! Bahkan parahnya lagi, sekarang makin terlihat buktinya. Bisnis-bisnis sekuler yg ditopang sistem kapitalisme sekuler juga rontok, tumbang. Bukankah bisnis mereka sudah inline sejak awal dengan tata aturan kapitalisme? Ini benar-benar bukti tambahan. Kapitalisme itu memang merusak dirinya sendiri, menghancurkan rumahnya sendiri. Lantas kalau sudah begini, mau berlindung kemana lagi? Mengapa masih terus mempertahankan kedurjanaan pada diri? Duh!

Abah ingat sekali dengan dua ayat ini,

“Dan musibah apa pun yg menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).”
QS. Asy-Syura : 30

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yg benar).”
QS. Ar-Rum : 41

Jelas betul di situ, apa lagi kalau kita mau membaca tafsirnya. Semua musibah yg menimpa kita itu adalah karena ulah kita sendiri. Ulah berbuat dosa. Dosalah yg menghantarkan terjadinya musibah. Musibah yg tak hanya melibas pelaku maksiat tapi juga menimpa orang-orang sholih di sekitarnya. Dosa yg tak hanya berefek di dunia saja, tapi juga di akhirat… Benar sekali ungkapan yg sering disampaikan sahabat Abah, bisnis tak hanya untung rugi tapi juga surga neraka. Plis, kita memang harus segera sadar!

Kalau gak juga mau sadar gimana Abah? Hiyy ngeri banget ! Abah takut, kalau kita gak mau sadar juga, jangan-jangan Allah menutup mata hati kita untuk mendapatkan hidayah taufiqiyah. Hayuk kita periksa. Jika ternyata ada, kita mesti segera bertobat dan kembali ke jalan yg benar seperti yg Allah mintakan, sebelum semua terlambat.

Guru Abah pernah bilang, ada delapan kondisi yg membuat kita emoh sadar dan otomatis menutup pintu hidayah.

Pertama, jangan-jangan kita tidak mengimani ayat-ayat Allah, baik sebagian atau seluruhnya. Sama saja.
“Sesungguhnya orang-orang yg tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Quran), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yg pedih.” QS. An Nahl : 104

Kedua, jangan-jangan kita termasuk pelaku kezaliman!
“… Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yg zalim.” QS. Al Ahqof : 10

Ketiga, jangan-jangan kita tergolong orang-orang yg fasik!
“…Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yg fasik.” QS. At Taubah : 80

Keempat, jangan-jangan kita termasuk pecinta dunia melebihi cinta kita pada kampung halaman yg sesungguhnya akhirat!
“Yg demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yg kafir.”
QS. An Nahl : 107

Kelima, jangan-jangan kita memang sesat, tidak mau mendapatkan petunjuk!
“Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka dapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang yg disesatkan-Nya, dan sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong.”
QS. An Nahl : 37

Keenam dan ketujuh, jangan-jangan kita memang terkategori suka melampaui batas dan pendusta!
“Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yg melampaui batas lagi pendusta.”
QS. Al Mu’min : 28

Kedelapan, jangan-jangan kita SOMBONG!
“Katakanlah: ‘Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Quran itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yg serupa dengan (yg tsb dalam) Al Quran lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yg zalim. ” QS. Al Ahqof : 10

Allah kariim, jangan sampai kita tergolong ke dalam salah satu atau semua penyakit itu. Naudzubillahi mindzalik. Karena godaan harta bagi pebisnis memang sangatlah kuat. Sistem hidup kita hari ini yg sekuler yg kapitalis yg hedonis yg materialistis yg pluralis yg sinkritis dan masih banyak lagi is is yg lainnya… memang memfasilitasi semua penyakit itu sehingga dengan amat sangat mudahnya muncul dalam diri ini.

Kalau tidak segera bertobat, akibatnya sungguh ngeriiiiiiiy…. Hati kita akan menerima 4 hukuman langsung di dunia. Allah akan memalingkan hatinya dari kebenaran (QS. As Shaf : 5), lalu Allah juga tidak akan memberi petunjuk (hidayah taufik) (QS. As Shaf : 5), lalu Allah juga akan mengunci hatinya dari kebenaran (QS. An Nisa : 155) dan kemudian Allah juga akan menutupi hatinya dari kebenaran (QS. Al Muthoffifin : 14). Ya Allah…

Hayuk Para Truly Muslimpreneur…

Abah ingatkan sekali lagi, buat diri abah juga buat sahabat-sahabat… Dalam QS. Al ‘Araf ayat 179, kita dipahamkan bahwa setiap kita sudah diberi fasilitas mata untuk bisa melihat fakta dan realita musibah serta kebenaran ayat-ayat Allah. Fasilitas luar biasa berupa alat khusus bin spesial dalam jiwa raga kita untuk mendapatkan hidayah taufik. Kita diberi telinga untuk bisa mendengar untai nasihat agar segera kembali ke jalan Allah. Kita diberi hati untuk bisa menerima kebenaran dan menundukkan diri kepada Dzat Pemilik kebenaran. Lantas, kemana saja semua itu selama ini?

Jangan sampai, asset pemantik hidayah taufiqiyah yg sudah Allah Swt berikan itu sia-sia belaka dan malah jadi pengundang celaka dan berakhir di neraka. Naudzubillahi mindzalik!

Kalau begitu, sekali lagi, setelah wabah ini selesai lalu apa Abah?

Truly Muslimpreneur,

Laju perubahan itu benar-benar tak bisa ditahan lagi. Redup malam itu kan berganti dengan terangnya siang. Kita hanya perlu menjalaninya. Bersegera bertobat dan makin mendekat taat kepada Allah Swt agar kita tak menjadi durjana kapitalisme pemantik bencana dan musibah. Tapi menjadi ksatria Islam pembawa rahmat dan berkah.

Tetaplah dalam koridor Bisnis, Ngaji dan Dakwah!

Ya Allah tempat bergantungnya harapan dan doa dari semua hambaNya, tanamkanlah kecintaan dalam diri kami pada ketaatan, dakwah dan syariatMu. Buanglah kesombongan pada diri kami agar kami dapat menerima kebenaran Islam. Tanamkanlah kebencian pada diri kami terhadap kemaksiatan, kefasikan, kemunafikan, kedzoliman. Berilah kami kesabaran atas apa yg telah Engkau tetapkan.

Ya Allah, jadikan kami, khususnya pengusaha muslim, orang-orang yg beramal ikhlas untuk menegakkan kembali syariatMu yg kaffah. Kokohkan kami di jalan dakwah yg mulia ini. Kembalikanlah kaum Muslimin pada kemuliaannya. Kami rindu agar hidup kami kembali dipenuhi keberkahan yg Engkau turunkan dari langit dan bumi…

Allahumma sholli ala Muhammad..
Aamiin Allahumma aamiin..

Barakallahu fikum…
@bah Salim