Bengkel Pengusaha

MENJADI PENGUSAHA YG DIRINDUKAN NABI SAW !

Allahumma sholli ala Muhammad…

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yg sempurna imannya, yg memenuhi kewajiban-kewajiban, yg memelihara shalat, yg mengeluarkan zakat, yg mencari apa yg ada di sisi-mu, yg mengharapkan ampunan-mu, yg berpegang pada petunjuk, yg berpaling dari kebatilan, yg zuhud di dunia, yg menyenangi akhirat, yg ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-mu), yg mensyukuri nikmat, yg sabar atas segala musibah, yg berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad pada hari kiamat, yg mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yg masuk ke dalam surga…

Abah itu petikan doa kamilin yg dibacakan khususnya saat sholat tarawih…

Truly Muslimpreneur,

Ya, pipi Abah terasa ditampar. Hati berguncang hebat. Degup jantung naik turun dengan cepat. Ya Allah, makhluk macam apa kita ini. Hamba macam apa kita ini. Duh Gusti Allah Yg Maha Rahiim dan Maha Rahmaan, ampuni kami yg terus saja berbuat dosa…

Lho ada apa? Kenapa dengan abah? Rupanya abah terpekur lama. Itu setelah membaca sebuah hadits tentang kerinduan Rasulullah Swt kepada sosok spesial di akhir zaman. Ditambah lagi dengan diingatkan terus sepanjang Ramadhan ini dengan doa kamilin di atas, doa bagi kesempurnaan iman.

Dalam sebuah riwayat dikisahkan, ketika itu Rasulullah SAW sedang berkumpul duduk bersama sahabat-sahabatnya. Di situ ada Abu Bakar, Umar, Usman, Ali dan lainnya. Rasul pun bertanya kepada para sahabat, “Wahai sahabatku! Tahukah kalian siapakah hamba Allah yg paling mulia di sisi-Nya?” Para sahabat pun terdiam.

Salah seorang sahabat menjawab, “Para malaikat ya Rasulullah!” Kemudian Nabi bekata, “Ya, para malaikat itu mulia, mereka dekat dengan Allah mereka senantiasa bertasbih, berzikir, beribadah kepada Allah, tentulah mereka mulia. Namun bukan itu yg kumaksud.”

Seorang sahabat kembali menjawab, “Ya Rasulullah, tentulah para Nabi, mereka itu yg paling mulia.”

Sembari tersenyum Rasulullah SAW berkata, “Ya, para nabi itu mulia, mereka itu adalah utusan Allah di muka bumi ini, mana mungkin mereka tidak mulia, tentulah mereka mulia, tapi ada lagi yg mulia.”

Para sahabat terdiam. Siapa gerangan orang mulia yg dimaksud? Sejurus kemudian, seorang sahabat berkata, “Ya Rasulullah! apakah kami para sahabatmu wahai Rasulullah, apakah kami yg mulia itu?”

Kini Rasulullah SAW memandangi wajah sahabatnya satu per satu. Senyum pun mengembang.
Tapi lagi-lagi bukan mereka yg dimaksud. Rasulullah SAW berkata, “Tentulah kalian mulia, kalian dekat denganku, kalian membantu perjuanganku, bagaimana mungkin kalian tidak mulia, tentulah kalian mulia”.

Akhirnya, tak ada lagi kata-kata terucap. Sunyi. Semua merunduk tak tahu lagi apa jawaban yg dicari. Keharuan menyelimuti pertemuan itu. Haru penuh biru.
Rasulullah SAW merundukkan wajahnya, menangis di hadapan para sahabatnya.
“Mengapa engkau menangis wahai Rasulullah?”

Rasulullah SAW mengangkat wajahnya. terlihat jelas buliran air matanya membasahi pipi dan janggutnya.
Rasul yg mulia itu pun berkata,
“Wahai saudaraku, sahabatku! Tahukah kalian siapa yg mulia itu? Mereka adalah manusia-manusia, mereka akan lahir jauh setelah wafatku nanti, mereka begitu mencintai Allah. Dan tahukah kalian? Mereka tak pernah memandangku, mereka tak pernah melihat wajahku, mereka tidak hidup denganku seperti kalian, tapi mereka begitu rindu kepadaku. Dan saksikanlah wahai sahabatku semuanya, akupun rindu kepada mereka, mereka yg mulia itu, mereka adalah ummatku.”
Rasulullah SAW kembali meneteskan air matanya. Para sahabat pun ikut menangis.

Umat yg dirindukan Rasulullah SAW itu ternyata ada di masa kita. Umat yg rindu kepada Rasulnya. Umat yg selalu meneladaninya. Umat yg istiqomah di jalannya. Umat yg taat kepada segala perintahnya.

Lalu kita sebagai muslim pengusaha, apakah kita tergolong sebagai bagian umat yg dirindukannya? Apakah kita selalu meneladaninya? Istiqomah di jalannya? Taat kepada segala perintahnya dalam berbisnis, berkeluarga, berkehidupan? Taat kepada Rasul sang teladan paripurna dalam semua aspek kehidupan. Ah… tak sanggup lagi abah meneruskannya.
Masih ada waktu untuk memperbaiki diri kita agar kembali ke jalur sebagai umat yg dirindu Rasulullah SAW. Tak ada kata terlambat untuk berubah. Transformasi. Hijrah. Yuk Bisnis Ngaji dan Dakwah. Yuk serius. Bismillah!

Truly Muslimpreneur,

Ramadhan bulan penuh berkah dan ampunan, semoga menjadikan kita hamba Allah yg selalu berpikir, bersikap dan beramal kehidupan – termasuk dalam amal bisnis kita – dengan dipenuhi ‘berkat’ dan keberkahan. Bisnis yg akan memuliakan kita di dunia dan akhirat. Insya Allah.

Ingatlah selalu : Bisnis, Ngaji, Dakwah ! Berkah…Berkah…Berkah !

Ya Allah Yg Maha Rahmaan dan Rahiim, ampuni kami, ampuni dosa-dosa orangtua kami. Berikan kami rasa syukur kepada-Mu. Jadikan kami bagian dari orang-orang sholih dan para kekasih-Mu wahai Dzat Yg Maha Pengasih dari segala yg mengasihi. Kokohkan kami di jalan dakwah yg mulia ini. Kembalikanlah kaum Muslimin pada kemuliaannya.

Allahumma sholli ala Muhammad..
Aamiin Allahumma aamiin..

@bah Salim

Related posts
Ulasan Utama

“PAJAK ATAU PALAK” SIAPA UNTUNG SIAPA BUNTUNG ?

Agan Salim Sebagai negara yang mengadopsi sistem kapitalisme, maka “platform” pajak sebagai…
Read more
Editorial

TIDAK CUKUP KECEWA PADA PEJABAT DAN POLITISI KAYA RAYA DI TENGAH PANDEMI, TAPI KECEWALAH JUGA KEPADA DEMOKRASI

Editorial Assalim.id | Edisi 75Oleh Pujo Nugroho Assalim.id – Setelah Komisi Pemberantasan…
Read more
Bengkel Pengusaha

KETIKA PENGUSAHA MENJADI PENGUASA, BELAJAR DARI UMAR BIN KHATTAB

Karena tak juga ada tanda-tanda serius untuk bertobat di negeri +62 ini, akhirnya muncul special…
Read more