Bengkel Pengusaha

Memang, Hanya Sistem Islam Dalam Khilafah Habitat Asli Pengusaha Muslim!

aliansi pengusaha muslim Memang, Hanya Sistem Islam Dalam Khilafah Habitat Asli Pengusaha Muslim!

Oleh Abah Salim

Aliansi Pengusaha Muslim – Alhamdulillah sekarang sudah begitu banyak forum pengusaha muslim. Bertebaran di segala penjuru. Meski sayangnya, semuanya nyaris hanya bicara tentang a to z bisnis dengan berbagai pernak-perniknya. Terbilang langka yang membahas bisnis Islam. Apalagi tentang bisnis dalam bingkai syariah dalam naungan khilafah.

Abah jadi ingat beberapa tahun lalu. Ya, di forum yang istimewa itu, tepatnya di sebuah kota kecil di pelosok Jateng, hadir 80-an pengusaha menengah ke atas. Ini sudah angka yang bagus, mengingat yang dibahas topik anti mainstream dan sama sekali tidak bicara bisnis! Sesuatu yang tidak berhubungan dengan kepentingan bisnis mereka. Diantara mereka hadir juga dua saudagar. Yang satu pengusaha dan sekaligus mantan caleg dari salah satu partai berbasis masa Islam dan yang satu lagi pengusaha dan masih menjadi pimpinan ormas Islam besar di kotanya. Yang satu, masih sangat muda dan enerjik. Yang satu lagi, sudah tidak lagi muda namun tak kalah enerjik dari yang muda… yang menambah semangat lagi, ternyata hadir juga wakil dari kepolisian! (Tuh polisi saja tertarik dengan materi ini, apalagi pengusaha! Upss!)

Forum sehari itu diikuti semua peserta dengan antusias dan penuh gayeng di sana dan sini. Tak ada yang pulang. Semua materi dilahap habis. Dari sajian fakta neokapitalisme dan neoimperialisme sebagai habitat buatan yang tidak kompatibel dengan pebisnis muslim, hingga sistem Islam dalam naungan khilafahnya yang kompatibel banget dengan pebisnis muslim hingga dakwah sebagai metode dan teknik untuk menegakkannya kembali. Semua diulas tuntas, tak ada yang bersisa!

Lalu, pesan apa yang mau disampaikan dalam tulisan ini? Nah, dari evaluasi pesertalah yang langsung dibacakan di sesi kapita selekta, kami dibuat mengharu biru. Semua peserta tahu dan paham bahwa sistem hidup hari ini bukanlah sistem hidup Islam. Sistem hidup hari ini membuat semua orang, khususnya pebisnis muslim jadi serba susah karena terjebak dalam ‘jebakan batman’. Ingin mandiri tapi termakan propaganda murahan harus utang ke bank. Ke bank judulnya minta modal, tapi malah dikasih utangan. Kepriwe?! Ingin berkah, tapi terjerat utang ribawi. Ingin keluar dari jeratan utang, tapi disuruh mentornya untuk menyengaja diri agar ‘pura-pura’ pailit. Ingin, ingin dan ingin…tapi, tapi dan tapi… heuh! Nampak raut wajah penuh kesal tapi tanpa daya !

Semua peserta sadar, semua ini harus berubah. Tidak boleh lagi tambal sulam. Semua harus dari akarnya, hingga ke batang, daun dan buahnya. Tidak mungkin pohon semangka berdaun sirih! Tidak mungkin pohon kapitalisme berbuah syariah! Sebagus-bagusnya impelementasi aturan kapitalisme, pasti menyimpan kebusukan, pasti membawa problem baru, pasti membawa mudharat, dan… pasti makin menjauhkan umat dari Diennya yang mulia… Begitulah.

Tahu sudah, paham sudah , dan sadar juga sudah. Tibalah saatnya untuk aksi. Di sinilah 1 peserta mengajukan pertanyaan terkait dengan status dirinya yang saudagar kelas kakap dan pimpinan ormas Islam besar di kotanya. Bagaimana solusinya? Dengan tetap gayeng, narasumber malah tegas menyatakan bahwa itu sebuah anugerah dari Allah Swt yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sampaikanlah dakwah syariah dan khilafah ini tidak hanya untuk diri dan keluarga sendiri tapi terus, terus dan terus kepada seluruh umat, termasuk yang ada dalam ormas yang dipimpinnya. Sembari memberikan contoh, bagaimana petinggi ormas-ormas Islam dahulu melakukannya. Tatkala Daulah Khilafah Utsmaniyah runtuh, melalui Kongres al-Islam Hindia III di Surabaya (24-27 Desember 1924), delegasi umat Islam Indonesia diutus ke Kongres Pendirian Kembali Khilafah di Kairo yang terdiri atas Suryopranoto (SI), H Fakhruddin (Muhammadiyyah) dan KHA Wahab (Komite Hijaz, cikal bakal NU). Adalah fakta sejarah, dua ormas Islam terbesar di negeri kita hari ini, dulunya adalah ormas garda terdepan pejuang syariah dan khilafah! Beliau pun kemudian ‘mangut-mangut’ ceria. Semangat! Allahu akbar!!!

Truly Muslimpreneur,

Semakin hari semakin terang benderang tak ada solusi lain, kecuali kembali ke Jalan Syariat! Semakin hari semakin banyak pengusaha muslim yang bergabung menjadi pengusaha muslim pejuang syariah dan khilafah! Allahu Akbar! Alhamdulillah tsumma Alhamdulillah.

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.”
QS. An-Nasr : 1-3

Tetaplah dalam koridor Bisnis, Ngaji dan Dakwah! Barakallahu fikum.[]

Related posts
Fiqih Muamalah

Cara Menghitung Nishab Emas Dan Zakat Emas, Menggunakan Harga Jual Atau Harga Beli?

Aliansi Pengusaha Muslim – Tanya: Ustadz, kalau kita mempunyai emas, bagaimana cara menghitung…
Read more
Hukum Bisnis

Kerjasama Bisnis (Syirkah) Dalam Islam Dan Aspek Hukum Indonesia

Oleh, Chandra Purna Irawan.,S.H.,M.H. (Penasehat Hukum ASSALIM/ Asosiasi Pengusaha…
Read more
Bengkel Pengusaha

Merdeka Dari Kemelekatan Harta

Oleh: Haris Abu Muthiah Aliansi Pengusaha Muslim – Saat berada di wilayah pengungsian untuk…
Read more