Bengkel Pengusaha

HARGA SURGA ITU (MEMANG) MAHAL !

Abah Salim

Kesadaran itu alhamdulillah sudah ada dimana-mana. Seruan dan sambutan hijrah menggelora dimana-mana. Antar kota, lintas desa. Merasuki semua insan. Lintas profesi, beragam usia. Termasuk pengusaha. Hijrah hakiki tentunya. Hijrah menapaki jalan Islam kaffah. Duh sungguh mengharu biru.

Tapi abah, jalan hijrah, jalan menuju surga itu tak selalu mulus ternyata. Ada saja godaan, halangan, rintangan. Betul itu. Coba perhatikan…

“Jalan menuju Allah adalah jalan dimana Adam kelelahan. Nuh mengeluh. Ibrahim dilempar ke dalam api. Ismail dibentangkan untuk disembelih. Yusuf dijual dengan harga murah dan dipenjara selama beberapa tahun. Zakaria digergaji. Yahya disembelih. Ayub menderita penyakit. Daud menangis melebihi kadar semestinya. Isa berjalan sendirian, dan Muhammad SAW mendapatkan kefakiran dan berbagai gangguan. Sementara kalian ingin menempuhnya dengan bersantai ria dan bermain-main? Demi Allah takkan pernah bisa terjadi.”
Ibnul Qayyum al Jauziyah

Begitulah, Imam Ibnul Qayyum al Jauziyah dalam kitab al Fawaid menyindir orang-orang yg berleha-leha padahal tahu bahwa sebenarnya jalan penuh ujian keimanan dan pengorbanan inilah jalan para Nabi dan Rasul. Jalan menuju surga memang tak pernah sepi dari ujian dan pengorbanan!

Meski terjal, penuh lubang dan mendaki, namun untuk menuju surga, Allah Swt memberikan perintah dengan kata-kata progresif : ‘berlarilah’, ‘bersegeralah’, dan ‘berlombalah’. Tak ada kata ‘santai’, ‘berleha-leha’ atau ‘nanti dulu’ di situ.

“Wahai orang-orang yg beriman, apabila diseru untuk menunaikan sholat Jum’at, maka berlarilah kalian mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al Jumu’ah : 9)

“Dan bersegeralah kamu menuju ampunan dari Tuhanmu dan menuju surga yg luasnya seluas langit dan bumi yg disediakan bagi orang-orang yg bertakwa.” (QS. Ali Imron : 133)

“Maka berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan.” (QS. Al Baqarah : 148)

Sebaliknya, untuk urusan menjemput rizki dan urusan duniawi kita, perintah-Nya dengan kata-kata yg lembut tidak progresif : ‘berjalanlah’.

‘Dialah yg menjadikan bumi mudah bagimu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizki-Nya.” (QS. al Mulk : 15)

Hemm… surga itu memang mahal! Kita harus sungguh-sungguh menggapainya! Bisnis yg kita geluti hari ini harus kita jadikan sebagai kendaraan untuk berlari, berlomba dan bersegera menuju ampunan dan surganya Allah swt! Jangan sampai kita kelelahan karena menggunakan jurus berlari, berlomba dan bersegera dalam berbisnis mengejar dunia yg sebenarnya cukup dengan berjalan saja.

Lantas, apa yg harus kita lakukan abah ? Yap, menjadikan diri kita sebagai Pengusaha Pejuang Islam Kaffah adalah wujud dari berlari, berlomba dan bersegera menuju ampunan dan surganya Allah Swt! Jalan ini adalah jalan yg penuh ujian keimanan dan pengorbanan. Jika tak ikhlas mengamalkanya, tak kuat dengan godaan dunia, tak istiqomah melakukannya, kita bisa tumbang di tengah jalan! Tapi inilah jalan yg harus kita tempuh! Tak ada jalan lain! Sebab, hanya Islam kaffahlah satu-satunya jalan yg akan membawa umat dan dunia ini kembali pada ampunan dan rahmat Allah Swt. Bukan jalan sekulerisme dengan neokapitalisme dan neoimperialismenya yg telah membawa dunia ini ke jurang kehancuran!

Agar kita ikhlas, kuat dan istiqomah dalam berlari, berlomba dan bersegera menuju ampunan dan surganya Allah Swt, nasihat dari Malik bin Dinar, penting kita camkan kuat-kuat:

“Sesungguhnya jika Allah Swt mencintai seorang hamba, Dia mengurangi dunianya dan menahan pekerjaan darinya, dan berkata, ‘Tetaplah berada di hadapan-Ku.’ Lalu dia berkonsentrasi dan berkhidmat kepada Allah Swt. Dan jika Allah Swt membenci seorang hamba, Dia menyerahkan secuil dunia kepadanya dan berkata,’Enyahlah dari hadapan-Ku. Aku tidak ingin melihatmu di hadapan-Ku.’ Sehingga hatinya bergantung di bumi ini dan dengan perdagangannya itu.” (Shifatus Shafwah)

Truly Muslimpreneur,

Yuk berbenah, yuk serius. Umat menanti kita. Bisnis penuh berkah, Ngaji penuh energi dan Dakwah penuh manfaat bagi umat. Agar berkah yg menghampiri kita semua, bukan wabah, bencana, kedzaliman, kerusakan dan sebangsanya! Bismillah!

Truly Muslimpreneur,

Ramadhan bulan penuh berkah dan ampunan, semoga menjadikan kita hamba Allah yg selalu berpikir, bersikap dan beramal kehidupan – termasuk dalam amal bisnis kita – dengan dipenuhi ‘berkat’ dan keberkahan. Bisnis yg akan memuliakan kita di dunia dan akhirat. Insya Allah.

Ingatlah selalu : Bisnis, Ngaji, Dakwah ! Berkah…Berkah…Berkah !

Ya Allah Yg Maha Memberi taufik, bantulah kami untuk bisa berpuasa dengan sungguh-sungguh, sholat malam dengan penuh khusyu. Jauhkan kami dari perbuatan dosa dan kesia-siaan. Lembutkan hati kami. Jauhkan kami dari kesombongan hingga menolak syariatMu. Bimbing kami sebagai hambaMu yg tunduk, taat dan patuh kepadaMu.

Ya Allah, jadikan kami, khususnya pengusaha muslim, orang-orang yg beramal ikhlas untuk menegakkan kembali syariatMu yg kaffah. Kokohkan kami di jalan dakwah yg mulia ini. Kembalikanlah kaum Muslimin pada kemuliaannya. kami rindu agar hidup kami kembali dipenuhi keberkahan yg Engkau turunkan dari langit dan bumi…

Allahumma sholli ala Muhammad..
Aamiin Allahumma aamiin..

Barakallahu fikum…
@bah Salim

Related posts
Editorial

TIDAK CUKUP KECEWA PADA PEJABAT DAN POLITISI KAYA RAYA DI TENGAH PANDEMI, TAPI KECEWALAH JUGA KEPADA DEMOKRASI

Editorial Assalim.id | Edisi 75Oleh Pujo Nugroho Assalim.id – Setelah Komisi Pemberantasan…
Read more
Bengkel Pengusaha

KETIKA PENGUSAHA MENJADI PENGUASA, BELAJAR DARI UMAR BIN KHATTAB

Karena tak juga ada tanda-tanda serius untuk bertobat di negeri +62 ini, akhirnya muncul special…
Read more
Editorial

TIDAK CUKUP MENGGANTI DENGAN ISTILAH MALING UNTUK MEMBASMI KORUPTOR TAPI JUGA HARUS MENGGANTI SISTEM!

Editorial Assalim.id | Edisi 74Oleh Pujo Nugroho Assalim.id – Tulisan ini mengapresiasi…
Read more