Bengkel Pengusaha

BERTAHAN DAN NYAMAN DI TITIK TAQWA

Oleh : M Azzam Al Fatih

Manusia merupakan hamba yang sewajibnya menghamba kepada pencipta. Tunduk dan patuh terhadap apa yang telah diperintahkan oleh penciptanya dengan dengan penuh keikhlasan untuk meraih keridhoan Allah SWT.

Sedangkan Sang Pencipta mempunyai hak yang wajib disembah. Sebab, Dialah maha segalanya. Dia yang mencipta, pemberi rezeki dan seluruh kenikmatan yang ada di dunia. Dia pula yang mencabut kenikmatan serta mengakhirkan apa yang telah dicipta.

Islam mengajarkan kepada kita untuk senantiasa taat tanpa syarat kepada Tuhannya, yakni Allah SWT. Mentaati dan menjalankan seluruh syariat yang Allah SWT turunkan. 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوا الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ رَا كِعُوْنَ

“Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, seraya tunduk (kepada Allah).”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 55)

Juga firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 119)

Namun,  manusia dalam menjadi hamba yang taat tentu banyak cobaan dan ujian. Sebab dalam hal ini Allah SWT ingin mengangkat derajat yang lebih tinggi. Namun, kuncinya  harus bersabar dan tetap Istiqomah dalam ketaatan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَا لْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَ مْوَا لِ وَا لْاَ نْفُسِ وَا لثَّمَرٰتِ ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ 

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155)

Virus Covid-19 yang hadir hampir 2 tahun merupakan ujian dan cobaan bagi hamba yang senantiasa taat terhadap Allah SWT. Virus yang dianggap berbahaya karena pada faktanya telah merenggut banyak korban. Di antaranya para ulama, orang Sholih, dan para aktivis dakwah. 

Di sinilah tempat hamba yang taat mendapat ujian dan cobaan. Bagaimana ia berikhtiar menghadapi ujian dan bertahan untuk selalu taat kepada Allah SWT. 

Ujian pun terus bertambah untuk terus menguji kualitas ketaqwaan. Seberapa  kuat dan Istiqomahnya.

Kebijakan yang tidak tepat oleh negara dalam menangani virus Covid-19 tentu menjadi sebuah ujian. Dan ini yang telah dialami bagi para hamba yang taat.

Kita semua tahu, bagaimana kebijakan negara yang tidak tepat membuat karut marutnya kondisi kehidupan. Yang kemudian berdampak terhadap setiap hamba. Salah satu contoh kebijakan tersebut misalnya, pembatasan kegiatan masyarakat. Yang awalnya PSBB, kemudian PPKM darurat hingga level 3 dan 4, yang semua kebijakan tersebut sebenarnya hanya berganti istilah. Pasalnya sistem dan aturan pun sama. 

Kebijakan tersebut berdampak terhadap ketaatan seorang hamba yang selalu taat kepada Allah SWT. Di antara dampaknya adalah,  sulitnya untuk menjalankan perintah Allah SWT serta melakukan kegiatan yang mendorong ketaqwaan akibat ditutupnya masjid. Selain itu adanya pengawasan oleh penguasa.  Padahal bagi seorang hamba yang taat, menjalankan perintah dari Allah SWT adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggal. Yang artinya, seorang hamba harus mengupayakan semaksimal mungkin untuk dapat melaksanakan apa yang menjadi kewajiban. Tentunya dalam upaya ini ada pahala yang besar yang Allah SWT janjikan.

Covid-19 yang Allah SWT ciptakan di muka bumi, Harusnya bukan menjadi alasan untuk futur dari ketaatan tetapi justru menjadi dorongan untuk lebih taat. Walaupun tetap berhati-hati agar tidak terpapar virus Covid -19. Karena virus tersebut tetaplah ada dan berbahaya.

Alhasil, seorang hamba yang taat kepada Allah SWT tetaplah bertahan untuk mentaati syariat Islam secara kaffah sekaligus mendakwahkannya. Dan dia terus Istiqomah meski ujian dan cobaan silih berganti secara bertubi-tubi. Dengan demikian, seorang hamba yang taat akan terasa nyaman menjadi hamba yang taqwa. Semoga kita termasuk hamba yang istiqamah dalam taqwa. Aamiin ya Rabb. Wallahua’lam bishowwab.

Related posts
Editorial

COVID 19 MELONJAK, PENTINGNYA PENANGANAN WABAH SESUAI SYARIAT ISLAM

Oleh : M. Azzam Al Fatih Kasus covid-19 terus melonjak hampir seluruh daerah. Jakarta…
Read more