Bengkel Pengusaha

AYO BANGKIT !!!

Abah Salim

Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa ini sebagai yg terakhir dalam hidupku. Seandainya Engkau berketetapan sebaliknya, maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yg dirahmati bukan yg hampa semata..
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, aku memohon ampunan Allah, aku memohon ridha-Mu dan surga… Ya Allah aku memohon dihindarkan dari kemurkaan-Mu dan azab neraka.

Allahumma sholli ala Muhammad…
Aamiin Allahumma aamiin

Ramadhan memang luar biasa. Amazing. Sungguh abah tak bisa banyak berucap. Hanya syukur yg dalam kepada Allah Swt. Hanya penggalan doa Rasulullah SAW yg bisa dipanjatkan di penghujung bulan yg mulia ini.

Insya Allah semua sudah coba maksimal dilakukan. Shaum, sholat, tarawih, dzikir, tadarrus, dan beragam amal sholeh lainnya. Semuanya. Semaksimal mungkin… Tapi tetap saja ada yg kurang. Mengapa kehidupan kaum Muslimin tetap terpuruk, tak juga beranjak menjadi mulia? Mengapa tak juga tegak peradaban Islam yg mulia yg mensejahterakan semua manusia? Tak cukupkah Al Qur’an Karim sebagai aturan kehidupan kita? Tak cukupkah Ramadhan ini menggerakkan 1.5 Milyar manusia untuk melakukan perubahan bagi bumi ini? Mengapa usai Ramadhan, kita kembali pada rutinitas sebelumnya? Kembali sekuler lagi? Ya Allah…

Memang ada yg hilang! Bangkit! Seolah kita lupa dengan kata yg satu ini. Entah karena terlalu lama dijajah, hingga tak sadar penjajahan telah bersalin rupa dari fisik hingga pemikiran dan aturan. Entah karena sebagian terlalu lama menikmati materi dari hasil penjajahan itu atau juga menolak berubah karena sudah mendapatkan apa yg dimaui, tak peduli melihat kenyataan umatnya yg tengah menderita, baik di dalam maupun di luar negeri. Akh… Begitu memilukan…

Truly Muslimpreneur,

Baiklah, abah coba uraikan satu hikmah penting Ramadhan yg terabaikan, yakni shaum Ramadhan itu sudah semestinya membangkitkan umat ini. Tapi… Tapi apa Bah? Abah harus dibantu kamus lagi nih… Yap, kamus kebangkitan !

Kebangkitan secara etimologis itu memiliki makna sekandung dengan istilah renaissance atau revival. Kalau dalam bahasa Arab, ternyata bersaudara dengan istilah an-nahdhah. Semua punya arti sama: bangkit atau kebangkitan.

Secara istilah, umumnya kata kebangkitan menjelaskan tentang berpindahnya individu, kelompok, bangsa atau umat dari suatu keadaan menuju keadaan lain yg lebih baik. Perpindahan ini disebabkan banyak faktor dan faktor terpentingnya adalah pemikiran! Karena yg bisa membedakan keadaan buruk, baik atau lebih baik adalah pemikirannya.

Hijrahnya Nabi dan para sahabat dari Mekah ke Madinah tentu berbeda dengan hijrahnya keluarga dari kampung ke kota. Hijrahnya seorang dari maksiat menuju taat tentu berbeda dengan hijrahnya seorang karena mencari penghidupan baru di luar negeri misalnya. Semua pasti berdasarkan pemahaman dan pemahaman pasti berasal dari pemikiran. Tinggal dilihat pemikiran yg sedalam apa, karena ini pun masih bisa menghasilkan kebangkitan yg hakiki atau hanya semu saja! Nah!

Mari kita fokus pada kebangkitan yg hakiki. Kalau ada yg hakiki, kenapa cari yg semu ?!

Ternyata pemikiran yg bisa menghasilkannya adalah pemikiran yg mendalam, mendasar dan besar tentang hakikat dirinya, keberadaan dirinya. Tentang visi dan misi penciptaan manusia! Tentang hakikat keberadaan alam, manusia dan kehidupan. Tentang hubungan ketiga faktor ini dengan hakikat sang Pencipta, yakni Allah Swt! Pemikiran ini akan menghasilkan pemahaman yg benar tentang hakikat diri kita. Bahwa kita ini diciptakan oleh Allah Swt, bahwa kita ini akan kembali pada Allah Swt untuk mempertanggungjawabkan kehidupan kita, dan bahwa untuk itu semua, kita punya visi dan misi sebagai hamba Allah dengan tujuan tunggal, yakni beribadah kepada Allah. Beribadah itu maknanya juga tunggal, yakni tunduk, taat dan patuh kepada Allah Swt.

Jadi kebangkitan yg hakiki akan terjadi pada diri kita jika dan hanya jika kita menyadari hakikat diri kita sebagai HAMBA ALLAH yg TAAT kepada-Nya ! Bukan hamba bagi makhluk-Nya. Taat itu hanya akan terjadi jika kita beriman sepenuh jiwa dan raga serta beramal sholeh dengan penuh kesungguhan sebagai konsekuensi dari keimanan itu!

Sampai di sini, bukankah ini juga misi Ramadhan diturunkan pada kita? Masya Allah. Perfekto!

Lanjut !

Pemikiran ini akan menghasilkan pegangan hidup sepanjang masa yg dinamakan sebagai way of life atau worldview. Pemahaman sebagai Hamba Allah yg Taat kepadaNya akan menghadirkan ketaatan yg diharapkan, yakni menjalankan seluruh perintahNya dan menjauhi semua laranganNya! Ada keyakinan yg amat dalam bahwa hanya dengan ketaatan di semua aspek itulah, kehidupan akan penuh keridhaan Allah. Jika Allah sudah ridha, maka berkah akan dilimpahkan. Di dunia mendapat rahmat dan kebahagiaan. Di akhirat mendapat keselamatan dan surga. Sebaliknya, jika yg terjadi adalah maksiat, menolak taat kepada Allah, maka di dunia hanya akan mendapat kerusakan, kehidupan yg sempit dan tidak berkah, di akhirat mendapat siksa dan laknat.

Sampai di sini, bukankah ini juga misi Ramadhan diturunkan pada kita? Masya Allah. Perfekto!

Jelaslah, kebangkitan yg hakiki haruslah dimulai dengan pemikiran yg mendalam dan besar tentang hakikat keberadaan kita sebagai manusia. Pemahaman yg benar tentang hakikat diri ini akan mendorong kebangkitan diri jika sebagai individu, juga mendorong kebangkitan masyarakat, bangsa atau umat jika kita sebagai bagian dari masyarakat, bangsa dan umat! Kebangkitan yg tidak sekedar menghasilkan kemajuan dalam salah satu bidang saja, namun di semua bidang kehidupan.

Kok bisa? Yap, karena hamba Allah yg taat kepadaNya pasti akan menjalankan syariat yg mengatur semua aspek kehidupan. Otomatis kebangkitan akan terjadi, karena telah terjadi perpindahan hakiki dari seorang Hamba Allah yg belum taat menjadi taat. Dari hamba Allah yg taat menjadi lebih taat lagi. Jika gerakan penyadaran ini juga terjadi serentak di masyarakat, bangsa dan bahkan umat, maka akan terjadi perpindahan hakiki dari masyarakat, bangsa dan umat yg belum taat menjadi taat. Ketika umat taat pada syariat, baik pemikirannya, perasaannya dan juga peraturannya, maka Allah membalasnya dengan limpahan keberkahan dari langit dan bumi untuk semua. Ketika umat taat pada syariat seutuhnya, maka misi Islam rahmatan lil alamin akan terwujud sempurna! Allahu Akbar !!!

Stop lagi sampai di sini, bukankah ini juga misi Ramadhan diturunkan pada kita? Masya Allah. Perfekto!

Begitulah. Sudah semestinya ibadah kita di bulan Ramadhan ini membawa dampak restrukturisasi pemikiran bahwa kehidupan kita dengan segala gaya hidupnya sebelum Ramadhan sudah seharusnya berubah, berpindah menjadi lebih baik pasca Ramadhan. Kalau sebelumnya masih sekuler, maka selepas ramadhan sudah bertobat dan kembali menjadi Muslim sejati, Muslim yg kaafaah. Dengan dakwah yg masif, intensif, juga hidayah, sudah semestinya Ramadhan menjadi momentum transformasi hijrahnya masyarakat, bangsa dan umat ini dari sekuler menjadi Islam yg seutuhnya !

Truly Muslimpreneur,

Sudah banyak dijelaskan bahwa keterpurukan bangsa dan umat ini tak lain karena kita meninggalkan Islam yg kaaffah dengan Syariatnya yg mulia. Bangsa dan umat ini memilih jalan hidup sekuler! (Padahal sudah jelas juga sekuler itu haram lho!)

Karena sekuler, gaya hidup jadi liar (sex bebas, LGBT dll.) mewabah jadi bencana, sebaliknya Islam dengan syariatnya memelihara keturunan kita dengan penuh kemuliaan.

Karena sekuler, gaya berpikir jadi bebas dan liar tanpa batas, sebaliknya Islam dengan syariatnya memelihara akal kita sedemikian rupa agar selalu produktif dalam koridor taqorrub ilallah.

Karena sekuler, kehormatan dan jiwa manusia menjadi rendah, bahkan lebih rendah dari binatang, sebaliknya Islam dengan syariatnya sangat menjaga kehormatan manusia dengan akhlak karimah dan aturan hukum yg sempurna karena mengandung fungsi jawabir dan jawazir.

Karena sekuler, harta menjadi orientasi hidup dan mengendalikan kehidupan, sebaliknya Islam dan syariatnya menjaga harta agar berada dalam kendali dan bermanfaat penuh berkah.

Karena sekuler, Islam dijadikan ajang permainan dan jual beli pengaruh dan jabatan, sebaliknya Islam dan syariatnya menjadikan pemeluknya untuk menggunakan syariat sebagai aturan kehidupan dalam semua aspeknya agar selamat di dunia dan akhirat.

Karena sekuler, keamanan menjadi sesuatu yg mahal dan dikapitalisasi sedemikian rupa, sebaliknya Islam dan syariatnya mewajibkan negara untuk menjamin keamanan bagi seluruh warganya.

Karena sekuler, negara tergadaikan pada pihak lain demi kepentingan segelintir manusia tak bertanggung jawab, sebaliknya Islam dan syariatnya justru menjaga keberadaan negara agar bisa mensejahterakan rakyatnya di dunia dan menyelamatkan rakyatnya di akhirat dengan memastikan keimanannya, keterikatannya pada syariat dan amar ma’ruf nahi munkar!

Jadi jelaslah, sakit sekuler itu parah, merusak, menghancurkan dan menistakan. Makin parah, merusak, menghancurkan dan menistakan ketika sekuler ini diadopsi negara melalui serangkaian kebijakan dan aturannya. Akibatnya, umatpun makin terpuruk. Karena itu, obat kebangkitan itu hanya satu, yakni kembali ke pangkuan Islam! Ketika Islam diterapkan sempurna yg terjadi adalah keberkahan yg berlimpah. Harta kepemilikan umum yg selama ini dirampas untuk individu dan asing akan dikembalikan sebagai milik bersama umat ini. Akan dikembalikan dalam bentuk fasilitas hidup yg gratis atau semurah mungkin. Akan dikembalikan dalam bentuk akses yg sama bagi seluruh warga negara. Dst…Dst… Masya Allah…

Berhenti lagi sampai di sini, bukankah ini juga misi Ramadhan diturunkan pada kita? Agar kembali takwa, kembali pada islam kaaffah. Allah pun mengganjar dengan berkah berlimpah. Masya Allah. Perfekto!

Jadi apa yg harus kita lakukan Abah?

Sederhana saja. Pastikan agar umat ini menjadikan Ramadhan tidak sekedar ritual puasa bulanan, tapi lebih dari itu, mau mengikuti arahan dari Allah Swt agar menjadikan bulan mulia ini sebagai momen latihan bersama untuk taat kepada seluruh perintah Allah dan menjauhi seluruh laranganNya. Bukan taat pada sebagiannya apalagi sesedikitnya!

Kedua, di dalamnya, pastikan bahwa taat itu harus mewujud dalam karakter kita, yakni dalam pola pikir dan pola sikap sesuai dengan Islam! Caranya juga mudah. Terus berlatih atau studi kasus dengan Islam sebagai problem solving-nya. Jika ini bisa dilakukan berulang-ulang maka akan membentuk pola pikir dan pola sikap yg produktif dan syar’i. Misalnya, ketika korupsi makin merajalela, gaul bebas makin marak, BBM dan tarif listrik yg melejit naik tak mau turun dll, maka rumuskan solusinya hanya berdasarkan pandangan Islam saja. Semua itu sudah ada problem solving-nya. Langsung dari Allah dan RasulNya. Masya Allah. Perfekto.

Truly Muslempreneur,

Ayo bangkit !!!

Bisnis, Ngaji, Dakwah… Gas poll !!!

Barakallahu fikum…
@bah Salim

Related posts
Fokus Ekonomi

SADIS, SEMBAKO DAN SEKOLAH DIPAJAKI. SAMPAI KAPAN RAKYAT MENDERITA?

Oleh M Azzam Al Fatih Secara mendadak pemerintah mewacanakan pertambahan pajak nilai (PPN) dari…
Read more
Ulasan Utama

KAPITALISME SEKULER KIAN RADIKAL, TANDA PERUBAHAN PERADABAN KIAN DEKAT

Agan Salim Peradaban besar tidak dibunuh, mereka mencabut nyawanya sendiri. Demikian kesimpulan…
Read more
Fokus Ekonomi

NEGARA MENUMPUK UTANG, RAKYAT 'TERZALIMI', SAMPAI KAPAN ?

Abu Nabhan Sejak pandemi Covid-19 utang luar negeri menjadi ‘senjata’ pemerintah…
Read more