Bagi Seorang Muslim, Harta “Dibawa” Mati!

Last Updated: 22 Agustus 2020By

Inspirasi Bung Yuliansyah (CEO Gilang Grup)

Aliansi Pengusaha Muslim – Secara umum, manusia siapapun ketika lahir ke dunia tanpa membawa apa-apa. Begitupun ketika ia meninggal dunia.

Tidak membawa harta benda yang ia peroleh semasa hidup di dunia. Seberapapun banyaknya harta yang ia peroleh semasa hidup tidak satupun yang akan ia bawa.

Memang demikianlah kita sebagai seorang muslim. Setiap kita ketika kelak meninggal dunia tidak membawa apa-apa terkecuali kain kafan.

Namun demikian, menarik apa yang disampaikan Yuliansyah yang biasa disapa Bung Yuliansyah mengenai konsep harta. Menurutnya ketika manusia mati tidak membawa apa-apa bukan berarti harta tersebut dihamburkan semasa hidup di dunia.

“Toh harta tidak dibawa, habiskan saja untuk foya-foya” pemikiran seperti ini adalah pemikiran yang salah.

Menurut Bung Yuliansyah pemikiran seperti itu adalah pemikiran sekuler.

“Orang-orang sekuler bilang, ‘Sudahlah, lakukan apa yang kita mau lah hari ini! Karena secara prinsip, harta itu tidak dibawa mati’. Itu, menurut saya, ungkapan yang sangat berbahaya,” tegasnya.

Menurut Bung Yuliansyah pemikiran seperti itu adalah pemikiran yang beracun bagi seorang muslim.

“Itu adalah racun buat kaum muslimin,” ujarnya.

“Kita harus bisa memastikan bahwa harta ini akan dibawa mati dan itu kita pertanggungjawabkan,” jelasnya.

Yang dimaksud Bung Yuliansyah tentulah bukan fisik harta melainkan amal pahala atas penggunaan harta tersebut. Banyak hal yang bisa dilakukan seorang mukmin atas harta yang ia miliki. Terlebih lagi bagi seorang entrepreneur muslim.

Penggunaan, pembelanjaan, dan penyaluran harta yang benar akan menjadi ladang kebaikan dan kelak dipetik sebagai pahala di akhirat.

“Nah, karena kita memahami bahwa harta ini akan dibawa mati, bagaimana alokasi harta ini kita bisa gunakan? Tentu dalam rangka menggapai ridha Allah. Dalam rangka mengisi amal,” paparnya.

Demikianlah memang harta dalam pandangan seorang mukmin. Bukan saja bagaimana cara ia memperoleh yang menjadi concern-nya. Tetapi juga bagaimana ia dibelanjakan.

“Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba nanti pada hari kiamat, sehingga Allah akan menanyakan tentang (4 perkara:) (Pertama,) tentang umurnya dihabiskan untuk apa. (Kedua,) tentang ilmunya diamalkan atau tidak. (Ketiga,) Tentang hartanya, dari mana dia peroleh dan ke mana dia habiskan. (Keempat,) tentang tubuhnya, capek / lelahnya untuk apa.” (HR Tirmidzi).

Nampak jelas pada hadits di atas bahwa kelak yang dipertanggungjawabkan seorang muslim bukan saja dari mana harta itu didapat, tetapi juga untuk apa harta itu dibelanjakan.

Banyak jalan yang dianjurkan Islam dalam membelanjakan harta sebagai bentuk amal ibadah. Ada nafkah untuk keluarga, zakat, infak dan shadaqoh baik kepada saudara sesama muslim maupun kegiatan dakwah atau pembangunan fasilitas ibadah.

Dan pula secara ekonomi Islam penyaluran seperti di atas merupakan bagian dari distribusi kekayaan di tengah-tengah umat di samping mekanisme lain yang dijalankan negara dengan sistem Islam.

Tentu kita berharap di tengah kehidupan materialistis, individualis, dan hedonis jati diri kita sebagai muslim tidak luntur. Kelebihan kita berupa harta sebenarnya amanah dari Allah. Kita harus cermat dalam penggunaannya. Harus tepat dalam membelanjakannya.

=====
Yuliansyah adalah salah seorang pembina dari ASSALIM (Aliansi Pengusaha Muslim). Sehari-hari Yuliansyah menjalankan bisinisnya yang bergerak di bidang manufaktur dan distributor adesif, coating, plastic process, baterai, ban, dan peternakan.

Melalui wadah ASSALIM Yuliansyah melakukan aktivitas dakwah untuk mengajak pengusaha menjalankan bisnis secara benar. Tidak cukup sampai di situ, Yuliansyah pun mengajak para pengusaha menjalani hidup sebagai individu dan bagian umat Islam secara benar serta aktif mendakwahkan Islam.

Tinggal di Tanggerang bersama keluarga kecilnya, terdiri dari satu isteri dan 5 orang anak.

Yuliansyah juga aktif di salah satu lembaga pendidikan Islam yang memiliki jaringan di banyak daerah di Indonesia.[]